Breaking News
Beranda » Event » Poin-Poin Penting Seputar Isra’ Dan Mi’raj

Poin-Poin Penting Seputar Isra’ Dan Mi’raj

 

Disadur dari Ceramah Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad (saww) oleh Ustadz Thoha al-Musawa (25 April 2017)

 

  1. Isra’ dan Mi’raj adalah salah satu cara Allah (swt) mengenalkan keagungan hambaNya yang bernama Muhammad (saww) kepada jagad raya.

 

  1. Sebutan ‘Abduhu atau ‘Abdihi dalam kitab samawai terlengkap (al-Quran), adalah ciri khas sang nabi Agung.

 

  1. Jika tentang nabi Ibrahim as Allah berfirman: Dan Kami (Allah) perlihatkan kepada Nabi Ibrahim (as) sisi malakutiah (maknawiah)nya langit dan bumi, maka tentang misteri dibalik isra’nya Rasulullah (saww) Allah memperlihatkan kepada beliau tanda-tanda keagunganNya yang tak terbatas.

 

  1. Rasulullah (saww) adalah makhluk pertama yang diciptakan dan makhluk pertama yang berjumpa dengan Allah. Hal tersebut terbukti dalam peristiwa mi’rajnya dimana tak seorang nabi pun termasuk didalamnya nabi Ulil Azmi pernah mengarungi perjalanan spesial sebagaimana yang dijalani oleh Rasulullah (saww).

 

  1. Begitu besar cinta Allah (swt) pada Nabi Muhammad (saww) hingga Dia sendiri Yang melayangkan undangan spesial kepada hamba spesial, untuk pertemun spesial, di tempat special, serta memberikan info-info spesial yang meliputi masa lalu dan yang akan datang.

 

  1. Begitu dekatnya hubungan Sang Khalik dan makhluk spesialNya hingga tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kalimat (Firman Allah dalam surat An-Najm ;8-9) :

 

ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi,

فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ
Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).

Adalah bukti bahwa tiada kata gamblang yang bisa digunakan.

 

  1. Keluasan pengetahuan sang makhluk spesial ini tidak membuatnya merasa kesulitan dalam memaparkan argumen-argumen dihadapan ragam lapisan manusia. Bahkan, manusia yang fitrahnya telah ternodai dengan kekufuran, kesyirikan, keawaman dalam level akut akan nilai-nilai luhur pun mampu dirubahnya dalam bentuk idealnya.

 

  1. Beliaulah Muhammad (saww) di alam dunia dan Mahmud di alam akhirat. Di alam dunia, tak seorang pun mampu menghinanya, karena setiap kali hinaan serta cercaan yang diarahkan kepadanya akan tertolak dengan sendirinya, sebab ketika namanya disebut, tanpa disadari, kata-kata tak pantas itu tak akan berarti apa-apa dan bahkan menyalahkan si pengguna kata tersebut. Ketika seseorang mengatakan : Muhammad (yang notabene seorang yang terpuji) itu “gila, penyihir…”  akal waras manusia akan mengatakan bahwa kegilaan dan perbuatan menyihir bukan perbuatan yang terpuji. Dengan demikian maka kata-kata tersebut dengan sendirinya akan menyalahkan sipenggunanya.

 

Di alam akhirat dialah Mahmud (orang yang mendapat pujian dari pihak lain karena perbuatan yang dilakukannya). Dialah sang pemberi syafa’at para nabi dan pendosa. Karena syafa’at beliau derajat kemuliaan para nabi meningkat dan karena syafaat beliau pula para pendosa terentaskan dari siksa neraka.

 

  1. Dengan Kuasa Ilahi, Rasulullah (saww) mampu merobek dan menerobos seluruh tirai dan lapisan alam, baik yang bersifat natural maupun supra natural dengan ruh dan jasadnya dalam tempo begitu singkat seolah2 tak berarti bagi beliau sebutan jarak jauh dan dekat. Di mata beliau, ketika segala sesuatu bermuara dari Allah dan tak pernah terpisahkan dariNya, dan bahwa Allah sangat dekat dengan makhlukNya, maka apa pun namanya, selama ia adalah makhluk Allah, adalah dekat, termasuk di dalamnya adalah jarak.

Berbahagialah kita yang dijadikan oleh Allah sebagai umat dari nabi yang misterinya tak dapat dipecahkan oleh para jenius, kecuali Ali bin Abi Thalib as.

Sholawat..!

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tentang Alhusaini

Cek juga

Sikap Politik Sayyidah Fathimah (as) Terhadap Kekhalifahan

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *