Breaking News
Beranda » Ahlul Bayt » Mati Tanpa Imam, Mati Jahiliyah ( Eps. 2 )

Mati Tanpa Imam, Mati Jahiliyah ( Eps. 2 )

Bismillahirrahmaanirrahiim
Allahumma Sholli ala Muhammad wa aali Muhammad

Telah kami sebutkan pada episode sebelumnya bahwa yang dimaksud mati jahiliyah  adalah mati dalam keadaan tersesat dan menyimpang dari jalur hidayah dan jalan yang lurus, atau –sebagaimana terlihat secara tekstual, ia mati seolah dalam keadaan kafir sebagaimana orang jahiliyah mati dalam keadaan kafir.

Jadi, masalah ini sangat penting sehingga seorang Muslim haruslah mengetahui kepada siapa dia berbaiat, apalagi jika al-Quran dengan jelas menegaskan bahwa ada imam yang mengajak kepada surga dan ada pula imam yang mengajak kepada neraka.

Naudzubillah, jangan sampai seorang Muslim berbaiat kepada seorang imam yang ternyata mengajak kepada neraka sehingga pada hari kiamat praktis dia akan dikumpulkan dengan imam yang dibaiatnya itu.

Karena itu kita melihat betapa Rasulullah saw telah menerapkan hakikat ini dengan bersabda kepada Ammar; “Wahai Ammar, kamu akan dibunuh oleh kelompok jahat, kamu menyeru mereka ke surga, sedangkan mereka menyerumu ke neraka.” Versi lain menyebutkan; “Mereka menyerunya kepada neraka.”

Ini menunjukkan bahwa pemimpin Ammar bin Yasir adalah seorang pemimpin yang mengajak ke surga dan “memberi petunjuk dengan perintah Kami.”

Sedangkan pemimpin tempat bernaung pembunuh Ammar adalah pemimpin yang mengajak kepada neraka.

Inilah nash Rasulullah saw yang disepakati (kesahihannya) oleh ulama seluruh umat Islam.

Itulah sekelumit penjelasan Sayid Kamal Haydari berkaitan dengan hadist tentang kewajiban membait seorang pemimpin, untuk lebih lengkapnya silahkan simak pemaparan beliau dalam video ini.

 

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tentang Alhusaini

Cek juga

Syaikh Utsaimin : “Wajib Taat Kepada Pemimpin Walaupun Zalim”

  Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *