Breaking News
Beranda » Quran » Asbabun Nujul » Tafsir Surat al-Fatihah Imam Khomaini (Bag.2)

Tafsir Surat al-Fatihah Imam Khomaini (Bag.2)

Bismillahirrahmaanirrahiim

Allahumma sholli ala Muhammad wa aali Muhammad

“Bismillah” dalam setiap surat berkaitan dengan surat itu sendiri, dengan apa yang relevan dalam surat itu. Dalam al-Fatihah, misalnya, “bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillah..”, hamdalah ini berhubungan dengan basmalah.

Atas dasar inilah maka setiap basmalah dalam setiap surat maknanya berbeda dengan basmalah dalam surat lain. Setiap surat yang memiliki basmalah, basmalahnya berkiatan dengan apa yang relevan dengan surat itu.

jika basmalah dalam al-Fatihah berkaitan dengan makna “al-hamd” maka ada satu kemungkinan bahwa “al-hamd” artinya ialah segala bentuk pujian. Pujian dari siapapun dan diucapkan oleh siapapun pasti tertuju kepada Nama Allah.

Huruf alif dan lam pada kata “al-hamdu” adalah untuk meliputi semua jenis pujian (istighraq). “Bismillah” berkorelasi dengan “al-hamd” artinya ialah bahwa segala puja dan puji dari siapapun yang memuji adalah terjadi dengan Nama Allah, dan Nama Allah-nya pun adalah pemuji itu sendiri dan boleh dikata ada kesatuan antara yang memuji dan yang dipuji, Penampakan dan yang ditampakkan (dhuhur wa madhhar) adalah “Engkau, sebagaimana Engkau memuji DiriMu”, “Aku berlindung kepadaMu dariMu.” Ini merupakan penampakan di mana pemuji berfana pada yang dipuji. Dari sisi ini seolah terjadi pemujaan diri atas dirinya, sehingga tak ada aspek apapun bagi yang lain untuk kemudian kita katakan bahwa kita memujaNya. Dia memuja DiriNya adalah karena faktor kefanaan.

Itulah cuplikan dari kajian tafsir surat al-Fatihah Imam Khomaini, semoga bermanfaat.

 

selamat menyaksikan

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tentang Alhusaini

Cek juga

Syaikh Utsaimin : “Wajib Taat Kepada Pemimpin Walaupun Zalim”

  Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *