Breaking News
Beranda » Ahlul Bayt » Nasab Imam Mahdi as dalam Literartur Ahlussunnah ( 3 )

Nasab Imam Mahdi as dalam Literartur Ahlussunnah ( 3 )

Bismillahirrohmaanirrohiim

Allahumma sholli ala Muhammad wa aali Muhammad.

Beberapa nash yang dipaparkan oleh Sayid Kamal Haidari secara tegas dan gamblang menekankan bahwa Imam al-Mahdi al-Muntazhar berasal dari itrah Rasulullah, “dari itrahku”, dari Ahlul Bait Nabi saw, “dari kami”.

Pertanyaannya; Untuk apa penekanan ini? Jawabannya ialah agar kita dapat membentuk argumentasi silogisme rasional.

Premis minornya ialah:
“Al-Mahdi dari Ahlul Bait”. Sedangkan Ahlul Bait tidaklah pernah berpisah dari al-Quran sampai menjumpai Nabi saw di Telaga Haudh, dan dengan demikian maka premis mayornya ialah “al-Mahdi tidak akan berpisah dari al-Quran”.
karena dia adalah bagian dari itrah.

Jika ada orang bertanya, “Dari mana Anda mendapatkan premis mayor ini (menurut istilah dalam ilmu logika)?” Premis mayor ini berasal dari Hadis Tsaqalain: “Sesungguhnya aku meninggalkan pada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh padanya niscaya kalian tidak akan tersesat untuk selamanya; kitab Allah dan itrahku, Ahlul Baitku; yang satu lebih besar daripada yang lain, dan sungguh keduanya tidak akan berpisah satu sama lain sampai keduanya datang kepadaku di Telaga Haudh.”

Jadi, sampai di sini terbukti bagi kita bahwa Imam al-Mahdi al-Muntazhar adalah bagian dari itrah dan Ahlul Bait.

Selanjutnya kita harus meninjau Hadis Tsaqalain yang mutawitir itu untuk mengetahui apakah hadis ini membuktikan bahwa dia maksum dan hidup?

Selamat menyaksikan.

 

 

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tentang Alhusaini

Cek juga

Syaikh Utsaimin : “Wajib Taat Kepada Pemimpin Walaupun Zalim”

  Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *