Breaking News
Beranda » Ahlul Bayt » Pidato Sayyid Hasan Nasrallah – Malam 1 Muharram 1437 H / 14 Oktober 2015

Pidato Sayyid Hasan Nasrallah – Malam 1 Muharram 1437 H / 14 Oktober 2015

Bismillahirrahmaanirrahiim
Allahumma Sholli ala Muhammad wa aali Muhammad

Sayid Hasan mengawali ceramahnya dengan mencermati isu-isu di kawasan timur tengah, beliau mengatakan,”Kawasan kita memasuki tahun baru, yang entah tahun apa namanya? Tahun kegelapan, perang, pertempuran, konfrontasi, tantangan, ancaman? Bahaya mengepung dari semua arah. Tak syak lagi bahwa hal ini juga menuntut rasa tanggungjawab, pengambilan sikap, dan pengorbanan”.

Dalam khutbahnya tentang peringatan Asyura ada beberapa poin penting yang perlu kita cermati dan perhatikan bersama

1. Duka cita atas kehilangan seseorang atau sesuatu yang kita cintai tentunya menjadi sesuatu yang sangat wajar dan bukan dibuat-buat. Di malam inipun, kita dapat mengingat dan saling mengingatkan bahwa di bulan Muharram tahun 60 Hijriah kita kehilangan orang tua kita, ayah, paman, junjungan, pimpinan, saudara, anak, dan sahabat kita. Di hari-hari dan malam-malam ini perempuan kita ditawan, dan kepala-kepala dipenggal. Kita menganggap ini musibah yang melanda kita.

Masing-masing kita jika kembali kepada diri kita sesuai apa yang kita yakini, imani, ketahui dan sesuai dengan apa yang ada dalam perasaan dan sanubari kita maka sesungguhnya dalam diri dan kalbu kita Husain as, Zainab as, dan orang-orang yang bersama Husain as lebih mulia dan dicinta daripada siapapun yang kita muliakan dan cintai. Karena itu, dalam beberapa hari dan malam ini kita harus menunjukkan dan menampakkan apa yang tersimpan dalam perasaan dan dada kita, simpati dan empati kita terhadap peristiwa bersejarah ini.

2. Menegaskan kepada orang-orang kita di semua kota dan daerah untuk hadir langsung di majelis-majelis, dan tidak cukup dengan hanya duduk di depan televisi. Harus hadir di majelis-majelis ini, entah di masjid, husainiyah, lapangan, ruang terbuka, dan di mana saja. Harus berkumpul bersama orang-orang, tidak merasa cukup dengan televisi, radio dan halaman-halaman elektronik, tidak merasa cukup dengan bahwa kita menghidupkan peringatan ini dengan pola-pola baru melalui facebook, twitter dan lain-lain.

3. Para penghidup peringatan Asyura adalah pecinta Ahlul Bait as. Dunia menyorot kita, dan jika jika bertindak buruk maka kita bukan saja mengusik diri sendiri melainkan juga mengusik peringatan ini dan junjungannya, penghulu para syuhada Abu Abdillah al-Husain as. Ketentuan ini harus diindahkan.

Dan masih banyak hikmah yang dapat kita ambil dalam ceramah beliau pada Muharram 2015

Selamat menyaksikan..!

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tentang Alhusaini

Cek juga

Syaikh Utsaimin : “Wajib Taat Kepada Pemimpin Walaupun Zalim”

  Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *