Breaking News
Beranda » Ahlul Bayt » Pandangan-Pandangan Ibn Taymiyah (2)

Pandangan-Pandangan Ibn Taymiyah (2)

Ibn Taymiyah begitu dibutakan oleh kebenciannya (1) terhadap Ahlul Bait (as) sampai-sampai ia menolak  hadits shahih yang memuji Ahlul Bait (as).  Mari kita lihat beberapa contohnya :

قوله : هو ولي كل مؤمن بعدي كذب على رسول الله صلى الله عليه وسلم

Perkataannya: “Ia pemimpin setiap mukmin sepeninggalku” adalah dusta atas Rasulullah saw (Minhaj As Sunnah 7/278)

أنت ولي كل مؤمن بعدي ” فهذا موضوع باتفاق أهل المعرفة بالحديث

“Engkau adalah pemimpin bagi setiap mukmin sepeninggalku” ini adalah maudhu (palsu) menurut kesepakatan ahli hadis [Minhaj As Sunnah 5/35]

Kenyataannya :

  1. Ibn Hiban mencatat dalam “Shahih ibn Hiban” (15/374).
  2. Ibn ‘Adi mengatakan : “Nasai mencatat dalam Sihah-nya (Mizan al I’tidal, 1/490).
  3. Dzahabi mencatat dalam “Tarikh al Islam (11/71) dan menyatakan “Shahih menurut Muslim”.
  4. Ibn Hajar mencatat dalam “Al Ishabah” (4/569), dan menyatakan sanadnya kuat.
  5. Albani mencatat dalam “Silsilah Shahihah” (5/222) dan menyatakan Shahih
  6. Al Hakim (Mustadrak, 3/134) menyatakan riwayat tersebut Shahih.
  7. Albani (Zhilal Al Jannah no.1187) menyatakan riwayat tersebut Shahih.

 

Wahabi Nashibi Menolak

Wahabi Nashibi sering berdalih kalau hadis tersebut tidak menggunakan lafaz khalifah tetapi lafaz waliyولي dan ini (menurut mereka) bermakna bukan sebagai pemimpin atau khalifah.

Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad bin Hanbal (1/52, no.369) mencatat bahwa Jabir bin Abdullah (ra)  menyebutkan kepemimpinan Umar dengan kata Waliy ( ولي ) dan diartikan sebagai “pemimpin” :

ثنا بهز قال وثنا عفان قالا ثنا همام ثنا قتادة عن عن أبي نضرة قال قلت لجابر بن عبد الله ان بن الزبير رضي الله عنه ينهى عن المتعة وان بن عباس يأمر بها قال فقال لي على يدي جرى الحديث تمتعنا

مع رسول الله صلى الله عليه و سلم قال عفان ومع أبي بكر فلما ولي عمر رضي الله عنه خطب الناس فقال ان القرآن هو القرآن وان رسول الله صلى الله عليه و سلم هو الرسول وأنهما كانتا متعتان

على عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم إحداهما متعة الحج والأخرى متعة النساء

Telah menceritakan kepada kami Bahz dan telah menceritakan kepada kami Affan, keduanya (Bahz dan Affan) berkata telah menceritakan kepada kami Hamam yang berkata telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abi Nadhrah yang berkata “aku berkata kepada Jabir bin Abdullah ra  “Sesungguhnya Ibn Zubair telah melarang mut’ah dan Ibn Abbas memerintahkannya”. Abu Nadhrah berkata Jabir kemudian berkata kepadaku “Kami pernah melakukan mut’ah bersama Rasulullah”. (Affan berkata) “Dan bersama Abu Bakar. Ketika Umar menjadi pemimpin ( ولي) orang-orang, dia berkata “Sesungguhnya Al Qur’an adalah Al Qur’an dan Rasulullah SAW adalah Rasul dan sesungguhnya ada dua mut’ah pada masa Rasulullah saw, salah satunya adalah mut’ah haji dan yang satunya adalah mut’ah wanita (al nisa’). (Musnad Ahmad 1/52 no.369 )

 

Hadis :

حدثنا جعفر بن سليمان الضبعي ، حدثنا يزيد الرشك ، عن مطرف بن عبد الله بن الشخير ، عن عمران بن حصين

 

إن عليا مني وأنا منه وهو ولي كل مؤمن بعدي

“Telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Sulaiman Ad Dhuba’iy yang berkata telah menceritakan kepada kami Yazid Ar Risyk dari Mutharrif bin Abdullah bin Syikhkhir dari Imran bin Hushain : Ali dari ku dan Aku darinya dan Ia adalah Pemimpin (ولي ) bagi setiap mukmin sepeninggalku.”( Musnad Abu Dawud Ath-Thayalisi 1/111 no 829)

Hadis Imran bin Hushain sanadnya shahih,  para perawinya Tsiqat

Ja’far bin Sulaiman Adh Dhuba’iy adalah seorang yang tsiqat. Ja’far adalah perawi Bukhari dalam Adabul Mufrad, Muslim dan Ashabus Sunan. Ibnu Ma’in, Ibnu Sa’ad, Ibnu Madini dan Ibnu Hiban menyatakan ia tsiqat. Ahmad bin Hanbal berkata “tidak ada masalah padanya”. Abu Ahmad mengatakan kalau Ja’far hadisnya baik, ia memiliki banyak riwayat dan hadisnya hasan (At Tahdzib juz 2 no.145). Al Ajli menyatakan Ja’far bin Sulaiman tsiqat (Ma’rifat Ats Tsiqat no.221). Ibnu Syahin juga memasukkannya sebagai perawi tsiqat (Tarikh Asma Ats Tsiqat no.166). Kelemahan yang dinisbatkan kepada Ja’far adalah ia bertasayyu’’ tetapi telah ma’ruf diketahui bahwa tasyayyu’ Ja’far dikarenakan ia banyak meriwayatkan hadis-hadis keutamaan Ahlul Bait. Ibnu Hajar menyatakan ia shaduq tasyayyu’ (At Taqrib 1/162). Adz Dzahabi menyatakan Ja’far bin Sulaiman tsiqat (Al Kasyf no 729)

Yazid Ar Risyk adalah Yazid bin Abi Yazid Adh Dhuba’iy seorang yang tsiqat perawi kutubus sittah. Tirmidzi, Abu Hatim, Abu Zar’ah, Ibnu Hibban dan Ibnu Sa’ad menyatakan ia tsiqah. Ahmad bin Hanbal menyatakan ia “shalih al hadis” (At Tahdzib juz 11 no. 616). Disebutkan kalau Ibnu Ma’in mendhaifkannya tetapi hal ini keliru karena telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih kalau Ibnu Ma’in justru menta’dilkannya. Ibnu Abi Hatim menukil Ad Dawri dari Ibnu Ma’in yang menyatakan Yazid “shalih” dan menukil Abu Bakar bin Abi Khaitsamah dari Ibnu Main yang menyatakan Yazid “laisa bihi ba’sun”. perkataan ini berarti perawi tersebut tsiqah menurut Ibnu Ma’in. (Al Jarh Wat Ta’dil 9/298 no 1268).

Mutharif bin Abdullah adalah tabiin tsiqah perawi kutubus sittah. Ibnu Sa’ad menyatakan ia tsiqah. Al Ajli mengatakan ia tsiqah. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqah (At Tahdzib 10/no.326). Ibnu Hajar menyatakan Mutharrif bin Abdullah tsiqah (At Taqrib 2/188).

Hadis Imran bin Hushain di atas jelas sekali diriwayatkan oleh perawi tsiqah dan shahih sesuai dengan syarat Imam Muslim. Ja’far bin Sulaiman adalah perawi Muslim dan yang lainnya adalah perawi Bukhari dan Muslim. Ibnu Hajar menyatakan sanad hadis ini kuat dalam kitabnya Al Ishabah 4/569. Syaikh Al Albani menyatakan hadis ini shahih (Zhilal Al Jannah Takhrij As Sunnah no 1187). Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan hadis ini sanadnya kuat (Shahih Ibnu Hibban no.6929). )

.

.

.

Ibn Taimiyah berkata :

قوله : هو ولي كل مؤمن بعدي كذب على رسول الله صلى الله عليه وسلم

Perkataannya: “Ia pemimpin setiap mukmin sepeninggalku” adalah dusta atas Rasulullah saw (Minhaj As Sunnah 7/278)

أنت ولي كل مؤمن بعدي ” فهذا موضوع باتفاق أهل المعرفة بالحديث

“Engkau adalah pemimpin bagi setiap mukmin sepeninggalku” ini adalah maudhu (palsu) menurut kesepakatan ahli hadis (Minhaj As Sunnah 5/35)

Albani berkata :

فمن العجيب حقا أن يتجرأ شيخ الإسلام ابن تيمية على إنكار هذا الحديث و تكذيبه في  منهاج السنة

5/222 : السلسلة الصحيحة

“Sungguh aneh bahwa Syaikh Islam berani menolak hadist ini dan menganggap dusta dalam kitabnya Minhaj as-Sunah” (Silsilah Shahihah (5/222) :

(1). Tidak usah heran jika ada ucapan Ibn Taymiyah yang SEAKAN mengunggulkan Ahlul Bait, itu sudah kebiasan Ibn Taymiyah yang di satu sisi mengunggulkan Ahlul Bait tapi disisi lain merendahkan mereka.

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tentang Al-Husayni

Cek juga

Seorang Ulama Terkemuka al-Azhar Berbicara Tentang Ibnu Taymiah

  Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Satu Komentar

  1. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6.13 on Windows Windows XP

    Ass Wr Wb menanggapi tentang hadist shahih dan maudhu setahu saya hadists =perkataan allah yang tertulis di AL-Quran Surat AZ Zummar(39)-23.dan Surat AL-A`RAF(7)-185.Jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan ,ikuti aturan -aturan itu aturan yg membimbing kita Q.S 75:16-17-18-19. Wassalamm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *