Breaking News
Beranda » Ahlul Bayt » Pandangan-Pandangan Ibn Taymiyah (1)

Pandangan-Pandangan Ibn Taymiyah (1)

Pandangan-Pandangan Ibn Taymiyah (1)

oleh Haydar Syarif Al-Husayni

Ibn Taimiyah (dan pembelanya)  berusaha untuk “memisahkan” dan “membedakan” diri mereka dari kaum Nawashib, namun tulisan-tulisan Ibn Taymiyah sendiri mengenai  Imam Ali bin Abi Thalib (as) dan para Imam Ahlul Bait (as) lainnya sangat jelas menunjukkan keraguan, bahkan tuduhan kepada Ahlul Bait (as) yang sama persis dengan kaum Nawashib.

Ibn Hajar menegaskan penyimpangan sikap dan bahkan tidak sedikit (kata Ibnu Hajar ) di antara ulama Ahlu Sunnah yang menisbatkan Ibn Taimiyah sebagai seorang munafik kerena sikap dan pernyataan sumbangnya tentang Imam Ali (as).

Ibn Hajar Al Asqalani berkata :

ومنهم من ينسبه الى الزندقة، لقوله ان النبي لا يستغاث به، وان في ذلك تنقيصا و منعا من تعظيم النبي، ومنهم من ينسبه الى النفاق لقوله في علي ما تقدم، ولقوله انه كان مخذولا حيثما توجه، وانه حاول الخلافة مرار فلم يحصلها، انما قاتلة للرئاسة لا للديانة.

“Dan di antara ulama Islam ada yang menisbatkannya (IbnTaymiyah) kepada kakafiran karena ucapannya bahwa Nabi tidak layak diistighatsai. Ucapan itu adalah penghinaan dan larangan untuk mangagungkan Nabi. Dan di antara ulama ada yang menisbatkannya kepada kemunafikan karena ucapannya yang lalu dan ucapannya bahwa Ali selalu dihinakan Allah kemanapun ia menuju. Dan ia (Ali) terus-menerus merusaha merebut Khilafah tetapi tidak pernah berahasil. Ali berperang hanya untuk merebut kekuasaan bukan untuk menegakkkan agama.” (Ad Durar al Kaaminah, I/150)

Di satu sisi, Ibn Taymiyah seakan mengagungkan Ahlul Bait, namun disisi lain, tulisan tangannya sendiri membuktikan bahwa ia adalah Munafik sebagaimana ucapan Ibn Hajar Asqalani diatas. Di bwah ini adalah beberapa pandangan Ibn Taymiyah yang dicatat dalam Kitabnya Minhaj As-Sunnah :

  • Tak Ada Satupun Imam Mazhab Empat Yang Merujuk Kepada Ali bin Abi Thalib (as)

فليس في الأئمة الأربعة و لا غيرهم من أئمة الفقهاء من يرجع إليه في فقهه أما مالك فان علمه عن

أهل المدينة و أهل المدينة لا يكادون يأخذون بقول علي بل اخذوا فقههم عن الفقهاء السبعة عن زيد و عمر و ابن عمر و نحوهم أما الشافعي فانه تفقه أولا على المكيين أصحاب ابن جريج كسعيد بن سالم القداح و مسلم بن خالد الزنجي و ابن جريج اخذ ذلك عن أصحاب ابن عباس كعطاء و غيره و ابن عباس كان مجتهدا مستقلا و كان إذا أفتى بقول الصحابة أفتى بقول أبي بكر و عمر لا بقول

علي و كان ينكر على علي أشياء

7/ 529 – 530: منهاج السنة النبوية – ابن تيمية

Tak satu pun dari empat imam maupun yang lain dari fuqaha merujuk kepadanya (Ali) dalam fiqih mereka. Sesungguhnya Malik memperoleh pengetahuannya dari ulama Madinah, dan ulama Madinah tak sedikitpun mengambil pernyataan Ali. Mereka mengambil hukum mereka dari tujuh fuqaha, Zaid, Umar, ibn Umar dan sebagainya.

Adapun Syafi’i menuntut ilmu dari para ulama Mekah, para sahabat dari Ibnu Juraij seperti Said bin Salim al-Qadah dan Muslim bin Khalid Al-Zanji adapun Ibnu Juraij memperoleh pengetahuan dari sahabat Ibnu Abbas, seperti Atha dan lain-lain. Sesungguhnya Ibnu Abbas adalah seorang mujtahid independen. Setiap kali dia memberi fatwa, menuruti sahabat, dia akan memberikan fatwa Abu Bakar dan Umar, bukan Ali bahkan dalam beberapa hal dia mengingkari perkataan Ali. (Minhaj as-Sunnah, 7/ 529 – 530)

  • Sayyidah Fathimah (as) dan Abu Bakar

فإن أبا بكر إمام لا يتصرف لنفسه بل للمسلمين والمال لم يأخذه لنفسه بل للمسلمين وفاطمة تطلب لنفسها

“….Sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang imam yang tidak bertindak untuk dirinya sendiri tapi untuk orang-orang Muslim, dan tidak karena uang, ia tidak mengambilnya untuk dirinya sendiri tetapi untuk Muslim, sementara Fathimah menuntut untuk dirinya sendiri….” (Minhaj as-Sunnah, 5/522)

  • Pandangan Ibn Taimiyah atas Ali bin Husain (as) dan beberapa Imam lainnya

علي بن الحسين وابنه أبو جعفر وابنه جعفر ابن محمد يعلمون الناس ما علمهم الله كما علمه و علماء زمانهم وكان في زمنهم من هو أعلم منهم وأنفع للأمة

منهاج السنة النبوية – ابن تيمية :6/387

Ali bin Husain, putranya adalah Abu Ja’far, putranya adalah Ja’far bin Muhammad, mereka mengajarkan apa yang Allah TIDAK ajarkan kepada mereka sebagaimana Allah mengajari (nya) dan ulama yang sezaman dengan mereka padahal pada masa itu ada yang lebih alim dari mereka dan lebih bermanfaat bagi umat. (Minhaj as-Sunnah, 6/387)

  • Tidak ada yang mengambil Ilmu dari Imam Ja’far bin Muhammad (as)

فهؤلاء اللاأمة الأربعة ليس فيهم من اخذ عن جعفر شيئا من قواعد الفقه

منهاج السنة النبوية – ابن تيمية :7/533

Keempat ulama[1] tidak satupun dari mereka mengambil sesuatu dalam hal fiqih dari Ja’far (Minhaj as-Sunnah, 7/533)

Dan masih banyak lagi, jika ada waktu kita buka bagaimana ucapannya yang di satu sisi mengagungkan Ahlul Bait dan di sisi lain merendahkan mereka.

[1]. Empat Ulama Mazhab Ahlu Sunnah

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tentang Al-Husayni

Cek juga

Pembunuh Al-Husain (as) Menurut Ulama Ahlussunah dan Menurut Pembela Yazid bin Muawiyah

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *