Breaking News
Beranda » Sejarah » Seri Manusia Suci (Imam Hasan Al-Askari a.s.)

Seri Manusia Suci (Imam Hasan Al-Askari a.s.)

Imam Hasan Al-Askari a.s.

a. Biografi Singkat Imam Hasan Al-Askari a.s.
Imam Hasan Al-Askari a.s. adalah putra Imam Hadi a.s. Ia dilahirkan di Madinah pada tanggal 24 Rabi’ul Awal atau 8 Rabi’uts Tsani 232 H. Ibunya bernama Susan. Menurut sebagian para ahli sejarah,namanya adalah Saliil atau Hudaits.

Setelah ayahnya syahid, ia mulai memegang tampuk imamah pada usia 22 tahun.
Imam Askari a.s. sebagaimana ayahnya Imam Hadi a.s. terpaksa harus berdomisili di Samirra` atas paksaan yang dilakukan oleh Mutawakil. Dengan rencananya ini, Mutawakil ingin selalu memonitor gerak-gerik Imam a.s. sehingga diharapkan ia tidak melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan pemerintah.
Pada masa keimamahan Imam Askari a.s., ada seorang filosof berkebangsaan Irak yang bernama Abu Yusuf Ya’qub bin Ishak yang menulis buku tentang kontradiksi ayat-ayat Al Quran. Imam Askari a.s. melalui salah seorang muridnya mengadakan kontak dengannya dan ia berhasil menyadarkannya akan kekeliruan yang telah diperbuatnya.
Ia syahid karena teror yang dilakukan oleh Mu’tamid Al-Abasi pada tanggal 8 Rabi’ul Awal dalam usianya yang ke-28 tahun.

b. Imam Mahdi a.s. dan Problema Ghaibah
Berdasarkan hadis-hadis sahih yang sampai ke tangan kita, baik dari jalur Syi’ah maupun Ahlussunnah, masalah keghaiban Imam Mahdi a.s. adalah suatu realita yang tidak dapat dipungkiri. Akan tetapi, kenyataan ini sangat sulit diterima oleh masyarakat awam. Imam Askari a.s. telah berusaha untuk memahamkan kepada mereka bahwa masalah ghaibah bukanlah masalah yang mustahil.
Para sahabat Imam Askari a.s. pun banyak menulis surat kepadanya untuk menanyakan tentang Imam Mahdi a.s. dan masalah ghaibahnya, lalu ia pun menjawab surat-surat mereka dengan telaten.
Singkat kata, Imam Askari a.s. sangat berperan dalam menanamkan keyakinan tentang ghaibahnya Imam Mahdi a.s. di dalam hati umat manusia.
Pada kesempatan ini kami haturkan kepada para pembaca yang budiman ucapan-ucapan suci pilihan yang pernah diucapkan oleh Imam Askari a.s. selama ia hidup dengan harapan semoga ucapan-ucapan tersebut dapat menjadi penerang kehidupan kita.

1.Menghindari berdebat dan bergurau
“Jangan suka berdebat, karena (dengan itu) harga dirimu akan jatuh, dan jangan suka bergurau, karena engkau akan dikurangajari”.
2.Rendah hati
“Orang yang rela duduk di barisan terakhir dalam sebuah pertemuan, Allah dan para malaikat-Nya akan bershalawat kepadanya hingga ia bangun dari duduknya”.
3.Celakalah orang yang mencintai kepemimpinan
“Tinggalkanlah orang yang tidak berpendirian tetap. Janganlah membongkar rahasia (orang lain) dan ingin menjadi pemimpin, karena keduanya dapat menjerumuskanmu ke dalam jurang kehancuran”.
4.Mengucapkan salam adalah tanda kerendahan hati
“Mengucapkan salam kepada setiap orang yang kau lalui dan duduk di barisan terakhir dalam sebuah pertemuan adalah tanda kerendahan hati”.
5.Tertawa tanpa sebab
“Tertawa tanpa sebab adalah sebuah ketololan”.
6.Tetangga yang buruk
“Termasuk bala` yang dapat mematahkan tulang punggung seseorang adalah seorang tetangga yang ketika melihat kebaikan (tetangganya), ia akan menutupinya dan ketika melihat kejelekannya, ia menyebarkannya”.
7.Bertafakur adalah ibadah terbaik
“Banyak berpuasa dan mengerjakan shalat bukanlah ibadah. Ibadah yang sesungguhnya adalah bertafakur tentang ciptaan-ciptaan Allah”.
8.Pendengki
“Orang yang pendengki tidak akan pernah tentram”.
9.Cara mengenal orang yang bijak dan orang yang tolol
“Hati orang yang tolol berada di lidahnya dan lidah orang yang bijak berada di hatinya”.
10. Karakter terbaik
“Dua karakter yang tidak ada tandingannya: iman kepada Allah dan membantu saudara-saudara seiman”.
11.Lebih baik dari kehidupan dan lebih buruk dari kematian
“Sesuatu yang menyebabkanmu membenci kehidupan jika engkau kehilangan dia adalah lebih baik dari kehidupan, dan sesuatu yang menyebabkanmu ingin mati ketika menimpamu adalah lebih baik dari kematian”.
12.Nikmat bala`
“Tidak ada suatu bala` (yang menimpa manusia) kecuali Allah akan menganugerahkan kenikmatan karenanya”.
13.Keindahan lahir dan batin
“Ketampanan wajah adalah keindahan lahir dan keberakalan adalah keindahan batin”.
14.Metode mencari sahabat
“Barang siapa yang wara’ telah menjadi karakternya, kedermawanan menjadi bagian dari dirinya dan kesabaran menjadi akhlaknya, maka sahabatnya akan bertambah banyak”.
15.Shalat malam adalah perjalanan menuju Allah
“Menuju kepada Allah azza wa jalla adalah sebuah perjalanan yang tidak akan dapat digapai kecuali dengan bangun malam”.

oleh Mahdi Alhusaini

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tentang nurmadinah

Cek juga

Imam Ali (as) Dalam Hadits Nabi (saw)

  Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *