Breaking News
Beranda » Quran » Asbabun Nujul » Asbabun Nuzul Surah Ālu Imrān : 103(Perintah Berpegang Teguh Dengan Ahlul Bait)

Asbabun Nuzul Surah Ālu Imrān : 103(Perintah Berpegang Teguh Dengan Ahlul Bait)

Perintah Berpegang Teguh Dengan Ahlul Bait

“Berpeganglah dengan tali Allah (hablullah) dan janganlah bercerai-berai”

Yang dimaksud dengan hablullah (tali Allah) dalam ayat ini adalah Ahlul Bayt as Hal ini dapat dirujuk di buku-buku referensi berikut ini:

1.Syawāhidut Tanzīl, karya Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 130, hadis ke: 177, 178, 179, dan 180.

2.Ash-Shawā’iqul Muhriqah, karya Ibnu Hajar Al-Haitsami Asy-Syafi’i, hal. 149, cetakan Al-Muhammadiyah; hal. 90, cetakan Al-Maimaniyah, Mesir.

3.Yanābī’ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 139, 328, 356, cetakan Al-Haidariyah; hal. 119, 274, dan 279, cetakan Islambul.

4.Al-Ittihāf bi Hubbil Asyrāf, karya Asy-Syabrawi Asy-Syafi’i, hal. 76.

5.Rūhul Ma’ānī, karya Al-Alusi, juz 4, hal. 16.

6.Nūrul Abshār, karya Asy-Syablanji, hal. 102, cetakan As-Sa’idiyah; hal. 101, cetakan Al-‘Utsmaniyah.

7.Is’āfur Rāghibīn, karya Ash-Shabban Asy-Syafi’i, hal. 107, cetakan As-Sa’idiyah; hal. 100, cetakan Al-‘Utsmaniyah.

Like this Article? Subscribe to Our Feed!

Tentang nurmadinah

Cek juga

Nasab Imam al-Mahdi (as) Dalam Literatur Ahlussunnah ( 2 )

  Bismillahirrahmaanirrahiim Allahumma Sholli ala Muhammad wa aali Muhammad Dalam kitab Silsilat al-Ahadits al-Shahihah karya …

Satu Komentar

  1. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6.10 on Windows Windows XP

    Kalau kita lihat silsilah Saidina Muhammad SAW, maka jelas ada benang merah ttg nasab tsb. Hasyim, ayah dari Abdul Muthalib, kakek dari Saidina Muhammad SAW. Abdul Muthalib adalah anak tunggal krn. orang tuanya, Hasyim meninggal sebelum Abdul Muthalib lahir.Tapi, anak Abdul Muthalib banyak, yang bungsu Abdullah, orang tua Saidina Muhammad SAW, juga wafat sebelum Saidina Muhammad SAW lahir. Berarti, Saidina Muhammad SAW anak tunggal juga.

    Lalu, anak lelaki Saidina Muhammad SAW dengan Bunda Khadijah, baik Ibrahim maupun Abdullah, lahir keduanya juga tidak hidup lama krn meninggal sebelum dewasa. Karena itu, wajarlah pihak kelompok musuh dari Nabi Muhammad SAW slalu mencela akan putusnya nasab beliau krn tidak ada anak laki-lakinya yang sebagai penerus nasabnya. Bayangkanlah, jika ada anak lelaki beliau sempat dewasa dan mempunyai keturunan, entah bagaimana para penerus dinasti Saidina Muhammad SAW dimata pandangan umat, pastilah selalu disanjung-sanjung.

    Inilah mukjizat Allah SWT pada Nabi kita Muhammad SAW, nasab beliau diputuskan supaya tidsak ada yang mengklaim ‘mereka’ adalah keturunan dari Saidina Muhammad SAW, yang lebih dikenal dengan sebutan ‘keturunan nabi atau keturunan rasul’. Jadi jika merujuk pada QS. 33:4-5 jelas bahwa nasab itu hanya diambil dari pihak laki-laki bukan perempuan.

    Apabila dikaitkan dengan kajian kita tentang ahlul bait, dengan beberapa surat dan ayat-ayat Al Quran, otomatis mahkota ‘ahlul bait’ dari keluarga Saidina Muhammad SAW itu terputus sampai Bunda Fatimah saja. Artinya anak-anak dari Saidina Ali bin Abi Thalib, otomatis hanya bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib sehingga tidak mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

    Apa hikmahnya semua skenario Allah SWT di atas, baik kelompok Syiah maupun habaib yang sama-sama mengaku keturunan ‘ahlul bait’ tidak perlu bertengkar lagi karena mahkota ‘ahlul bait’ yang diperebutkannya itu memang ‘sudah’ tak ada lagi.

    Oleh karena itu, wahai umat Islam, wahai umat Muhammad SAW, tak perlu memperebutkan dinasti ‘keturunan’-nya, karena di sinilah letak keadilan Allah SWT Yang Maha Adil, besok dihadapan Allah SWT kita akan mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing, tak ada pilih kasih, ooo itu keturunan ini, oo itu keturunan itu dsb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *