Rosul bersabda: Siapa yang ingin hidup seperti hidupku dan wafat seperti wafatku serta masuk ke surga yang telah dijanjikan kepadaku oleh Tuhanku yaitu Jannatul Khuld, maka hendaklah ia berwilayah kepada Ali dan keturunan sesudahnya, karena sesungguhnya mereka tidak akan mengeluarkan kamu dari pintu petunjuk dan tidak akan memasukkan kamu ke pintu kesesatan. (Shahih Bukhari, jilid 5, hal. 65, cet. Darul Fikr)

Adilkah Abu Bakar ?

Ahlul Bayt, Akhlak, Event, Fiqih, Khumus, Kitab, Marja' dan Ulama, Sejarah, Syiah, Umum | | June 21, 2011 at 11:45
oleh Haydar Syarif Al-Husayni pada 20 Juni 2011 jam 14:38

Bismihi Ta’ala

Allahumma bi haqqi Muhammad wa aali Muhammad, shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad

 

Dalam Kitab Sunan Abu Dawud (klik) tercatat :

 

13 – أنه جاء هو وعثمان بن عفان يكلمان رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما قسم من الخمس بين بني هاشم وبني المطلب فقلت يا رسول الله قسمت لإخواننا بني المطلب ولم تعطنا شيئا وقرابتنا وقرابتهم منك واحدة فقال النبي صلى الله عليه وسلم إنما بنو هاشم وبنو المطلب شيء واحد قال جبير ولم يقسم لبني عبد شمس ولا لبني نوفل من ذلك الخمس كما قسم لبني هاشم وبني المطلب قال وكان أبو بكر يقسم الخمس نحو قسم رسول الله صلى الله عليه وسلم غير أنه لم يكن يعطي قربى رسول الله صلى الله عليه وسلم ما كان النبي صلى الله عليه وسلم يعطيهم قال وكان عمر بن الخطاب يعطيهم منه وعثمان بعده

 

الراوي: جبير بن مطعم المحدث: الألباني – المصدر: صحيح أبي داود – الصفحة أو الرقم: 2978

خلاصة حكم المحدث: صحيح

 

Riwayat yang sama dari Sunan Abu Dawud No.2978 :

 

2978 – حدثنا عبيد الله بن عمر بن ميسرة ثنا عبد الرحمن بن مهدي عن عبد الله بن المبارك عن يونس بن يزيد عن الزهري قال أخبرني سعيد بن المسيب قال

« أخبرني جبير بن مطعم أنه جاء هو وعثمان بن عفان يكلمان رسول الله فيما قسم من الخمس بين بني هاشم وبني المطلب فقلت يا رسول الله قسمت لإخواننا بني المطلب ولم تعطنا شيئا وقرابتنا وقرابتهم منك واحدة فقال النبي ” إنما بنو هاشم وبنو المطلب شىء واحد ” قال جبير ولم يقسم لبني عبد شمس ولا لبني نوفل [ شيئا ] من ذلك الخمس كما قسم لبني هاشم وبني المطلب. قال وكان أبو بكر يقسم الخمس نحو قسم رسول الله غير أنه لم يكن يعطي قربى رسول الله ما كان النبي يعطيهم قال وكان عمر بن الخطاب يعطيهم منه وعثمان بعده. » 72

 

Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar bin Maisarah yang berkata telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Abdullah bin Al Mubarak dari Yunus bin Yazid dari Az Zuhri yang berkata telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Musayyab yang berkata telah mengabarkan kepadaku Jubair bin Muth’im, bahwa ia bersama Utsman bin Affan datang untuk berbicara kepada Rasulullah (saww) tentang bagian khumus yang beliau bagikan diantara Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib.

 

Kemudian aku berkata : “Wahai Rasulullah, anda telah membagi untuk saudara-saudara kami Bani Al Muththalib, dan anda tidak memberikan sesuatupun kepada kami, padahal kerabat kami dan kerabat mereka bagi anda adalah satu”.

 

Kemudian Nabi (saww) bersabda : “Sesungguhnya Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib adalah satu.”

Jubair mengatakan Beliau tidak membagikan kepada Bani Abdu Syams dan Bani Naufal dari khumus tersebut sebagaimana beliau membagikan kepada Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib.

Jubair berkata : “Abu Bakar membagikan khumus sebagaimana Rasulullah (saww) membagikannya hanya saja ia tidak memberikan (khumus) kepada kerabat (qurba) Rasulullah (saww), sebagaimana Rasulullah (saww) telah memberikan kepada mereka“.

Jubair berkata : Dan Umar bin  Khathab memberikan kepada mereka (kerabat Rasul saww) dari bagian tersebut begitu juga Utsman setelahnya”

Derajat Hadits Shahih (klik)

.

 

“…..hanya saja ia (yaitu ABU BAKAR) tidak memberikan khumus kepada kaum kerabat (qurba) Rasulullah (saww), sebagaimana Rasulullah (saww) telah memberikan khumus kepada mereka

 

Seperti inikah yang dikatakan khalifah yang adil..??

 

Gembong Nashibi Ibn Taymiyah dalam Komik kebanggaan para Nashibi (LA) Minhaj As-Sunnah 8/291 (klik), mengatakan  :

 

وغاية ما يقال إنه كبس البيت لينظر هل فيه شيء من مال الله الذي يقسمه وأن يعطيه لمستحق

 

Tujuan dari apa yang dikatakan bahwa ia (abu bakar) mendobrak rumah (rumah Fathimah as) adalah untuk melihat jika disana ada harta Allah untuk disalurkan dan diberikan kepada yang layak menerimanya”

 

Masuk akalkah Ahlul Bait (as) menyimpan harta yang bukan miliknya alias harta ilegal..??  sehingga Abu Bakar mencari-carinya dan mendobrak rumah Fathimah (as) karena alasan tersebut?

Silahkan rujuk juga catatan Ibn Taymiyah dan Tuduhannya Kepada Sayyidah Fathimah (as), lihat bagaimana Syaikhul Nashibi ini membela Abu Bakar dan menuduh Sayyidah Fathimah (as).

Bagi siapapun yang tidak suka kami membuka hal seperti ini, dan selalu beranggapan kami sebagai pemecah belah, sebaiknya tidak usah membacanya, jalankan saja rutinitas anda sendiri. Sampai kapanpun semampu kami, akan kami buka yang haq, Bi haqqi Rasulillah wa ahlil baitih.

 

m4s0n501
Perhatian
Komentar adalah tanggung jawab penulis komentar, sehingga dimohon agar isi komentar yang objektif dan berakal. Komentar atau link website yang penuh diiringi dengan KEBENCIAN dan EMOSI belaka hukumnya haram pada website ini. Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini.

Terimakasih.

19 Comments

  1. 1
    abu ayyubi Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    biarkan syiah bicara tentang kesesatan agamanya.. sak karepmu….

  2. 2
    MERDEKA Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    nudzubillahi minzalik…… begitu gampangnya kita mengklaim pemikiran yang lain sesat, hanya karena berbeda dengan pemikiran yang kita pahami….. bukankah 4 madzhab yang terkenal pun memiliki perbedaan-perbedaan yang dilandasi argumen masing2. lantas dengan serta merta kita mengklaim suatu informasi hanya karena berbeda jauh dengan informasi yang kita ketahui sejak kecil… sementara informasi itupun punya dasar argumen juga…. pantaskah kita merasa keyakinan kitalah yang paling benar???

  3. 3
    PENCARI KEBENARAN Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    JIKA MEMANG BENAR SEJARAH MENCERITAKAN DAN MENCATAT HAL ITU….. WHY NOT? BUKANKAH KITA DIBEKALI AKAL UNTUK MELACAK KEBENARAN TERSEBUT? BANYAK MEMBACA ITULAH SOLUSINYA. KRNA KITA BISA MEMBANDNGKAN MANA YANG BENAR DAN MANA YANG KURANG LOGIS….DENGAN NIAT YANG TULUS INSYA ALLAH, ALAH SLLU MEMBRI PTNJK DISTP USHA YANG KITA LKUKAN…

  4. 4
    PENCARI KEBENARAN Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    JIKA MEMANG BENAR SEJARAH MENCATAT ITU. wHY nOT?

  5. 5
    ferick Indonesia Internet Explorer Windows says:

    abu ayyubi, syiah sesat dimananya mas??? sesat di jalan yg benar kayaknya.. kl sesat kan kafir jadinya, kl kafir kok bs naik haji ya mas? itu lah hebatnya org2 syiah..

  6. 6
    Ayoendhie United States Opera Mini Unknow Os says:

    Bingung ya…. ni ga ada abis2nya, sejak aku kenal Syi’ah th 1995 sampe Sekarang.

  7. 7
    naruto Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    Ayoendhhie: kyknya tk perlu bingung hingga bertahun2 lamanya…. cukup dngn bnyk membaca lingkup pembahasab msng2 n mohon petunjuk kepada Allah. insya Allah pasti diberikan pencerahan untuk dapat melihat mana sesungguhnya yang pantas diikuti,,, piece…….

  8. 8
    Ayoendhie United States Opera Mini Unknow Os says:

    Hehehehe maksud aku… bingung ama orang2 yg ribut ato mempersoalkan ttg Syi’ah. Betul… mohon petunjuk Allah itu lebih cukup dr segala2nya.

  9. 9
    CAROL Indonesia Google Chrome Windows says:

    CUKUP GELAR RASULULLAH KEPADA ABU BAKAR YAITU ASH SHIDDIQ. SEDANGKAN PERKATAAN RASULULLAH MERUPAKAN KEBENARAN.

    BAHKAN ALLAHPUN RIDHO DENGAN SAHABAT (QS ALBAYYINAH:8)

    MASA KITA MASIH NYARI2 KESALAHAN ABU BAKAR?

  10. 10
    ferick Indonesia Google Chrome Windows says:

    mba carol, al bayyyinah : 8
    8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah(balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

    apakah surat ini khusus ditujukan utk Abu Bakar?

  11. 11
    abdullah Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    SYI’AH 100 % SESAT.
    SUDAH TERBUKTI

  12. 12
    ferick Indonesia Google Chrome Windows says:

    mas abdullah yg baik, sbg Abdi Allah (abdullah) kok bisanya cuma berkoar2 sesat sih..? bilangnya sdh terbukti tp ga ngasih buktinya.. kyknya Rasul SAWW ga pernah ngajarin umatnya cuma berkoar2.. kl syi’ah sesat, dmn sesatnya? kl sesat mah ane jg ogah pindah dr mazhab syafe’i(yg ga ada dalilnya disuruh ikutin imam syafe’i) ke mazhab ahlul bayt

  13. 13
    aji Canada Safari Unknow Os says:

    Syiah ada bermacam2 golongan, yg bener yg mana y?? Syiah itsna itu kapan mulai adanya y?? Apakah benar ali r.a itu syiah??? Mengapa ali membentuk golongan sendiri y dg mennggalkan umat yg lain, bukankah hrsnya islam itu rahmatan lilalamin?? Harusnya cukup berbendera islam saja tanpa mengkotak2annya…. Mohon penjelasannya..

  14. 14
    nabil Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    bener mas ferick , semua cuma berkoar2 ngga ada bukti

  15. 15
    ulilabsharabdalla Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    yang nulis itu siapa? jelas orang syiah dari awal gak seneng sama Kholifah Abu Bakar r.a. jelas dia menjelek-jelekkan Kholifah Abu Bakar. r.a. Rosululloh sendiri sudah menjamin 10 orang pertama masuk surga (assabiqunal awwalun).salah satunya kholifah Abu Bakar. r.a. kenapa kita masih meragukannya??? ada apa ini syiah.

  16. 16
    ulilabsharabdalla Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    PEMBUNUH HUSAIN RADHIYALLAHU ‘ANHU TERNYATA ADALAH SYIAH KUFAH

    PENGAKUAN PARA PEMBUNUH HUSAIN RADHIYALLAHU ‘ANHU

    Syiah Kufah telah mengakui bahwa merekalah yang membunuh Husain radhiyallahu anhu. Pengakuan Syiah pembunuh-pembunuh Husain radhiyallahu anhu ini diabadikan oleh ulama-ulama Syiah yang merupakan rujukan dalam agama mereka seperti Baqir al-Majlisi, Nurullah Syusytari, dan lain-lain di dalam buku mereka masing-masing. Mullah Baqir al-Majlisi, seorang ulama rujukan Syiah menulis,

    “Sekumpulan orang-orang Kufah terkejut oleh satu suara ghaib. Maka berkatalah mereka, “Demi Tuhan! Apa yang telah kita lakukan ini tak pernah dilakukan oleh orang lain. Kita telah membunuh “Penghulu Pemuda Ahli Surga” karena Ibnu Ziyad anak haram itu. Di sini mereka mengadakan janji setia di antara sesama mereka untuk memberontak terhadap Ibnu Ziyad tetapi tidak berguna apa-apa.” (Jilaau al-‘Uyun, halaman 430).

    Qadhi Nurullah Syusytari pula menulis di dalam bukunya Majalisu al-Mu’minin bahwa setelah sekian lama (lebih kurang 4 atau 5 tahun) Husain radhiyallahu ‘anhu terbunuh, pemuka orang-orang Syiah mengumpulkan kaumnya dan berkata,

    “Kita telah memanggil Husain radhiyallahu anhu dengan memberikan janji akan taat setia kepadanya, kemudian kita berlaku curang dengan membunuhnya. Kesalahan kita sebesar ini tidak akan diampuni kecuali kita berbunuh-bunuhan sesama kita.” Dengan itu berkumpullah sekian banyak orang Syiah di tepi Sungai Furat sambil mereka membaca ayat (artinya), “Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang telah menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu.” (QS. Al-Baqarah: 54). Kemudian mereka berbunuh-bunuhan sesama mereka. Inilah golongan yang dikenali dalam sejarah Islam dengan gelar “at-Tawwaabun.”

    Sejarah tidak lupa dan tidak akan melupakan peranan Syits bin Rab’i di dalam pembunuhan Husain radhiyallahu anhu di Karbala. Tahukah Anda siapa itu Syits bin Rab’i? Dia adalah seorang Syiah tulen, pernah menjadi duta Ali radhiyallahu anhu di dalam peperangan Shiffin, dan senantiasa bersama Husain radhiyallahu ‘anhu. Dialah juga yang menjemput Husain radhiyallahu anhu ke Kufah untuk mencetuskan pemberontakan terhadap pemerintahan pimpinan Yazid, tetapi apakah yang telah dilakukan olehnya?

    Sejarah memaparkan bahwa dialah yang mengepalai 4.000 orang bala tentara untuk menentang Husain radhiyallahu anhu, dan dialah orang yang mula-mula turun dari kudanya untuk memenggal kepala Husain radhiyallahu anhu. (Jilaau al-Uyun dan Khulashatu al-Mashaaib, hal. 37).

    Masihkah ada orang yang ragu-ragu tentang Syiah-nya Syits bin Rab’i dan tidakkah orang yang menceritakan perkara ini ialah Mullah Baqir al-Majlisi, seorang tokoh Syiah terkenal? Secara tidak langsung hal ini berarti pengakuan dari pihak Syiah sendiri tentang pembunuhan itu.

    Lihatlah pula kepada Qais bin Asy’ats, ipar Husain radhiyallahu anhu, yang tidak diragukan tentang Syiahnya tetapi apa kata sejarah tentangnya? Bukankah sejarah menjelaskan kepada kita bahwa itulah orang yang merampas selimut Husain radhiyallahu anhu dari tubuhnya selepas pertempuran? (Khulashatu Al Mashaaib, halaman 192).

    KESAKSIAN AHLUL BAIT YANG SELAMAT DALAM TRAGEDI KARBALA

    Pernyataan saksi-saksi yang turut serta di dalam rombongan Husain sebagai saksi-saksi hidup di Karbala, yang terus hidup selepas peristiwa ini, juga membenarkan bahwa Syiahlah pembunuh Husain dan Ahlul Bait. Termasuk pernyataan Husain radhiyallahu anhu sendiri yang sempat direkam oleh sejarah sebelum beliau terbunuh. Husain radhiyallahu anhu berkata dengan menujukan kata-katanya kepada orang- orang Syiah Kufah yang saat itu tengah siaga bertempur melawan beliau,

    “Wahai orang-orang yang curang, zalim, dan pengkhianat! Kamu telah menjemput kami untuk membela kamu di waktu kesempitan, tetapi ketika kami datang untuk memimpin dan membela kamu dengan menaruh kepercayaan kepadamu, maka sekarang kamu justru menghunuskan pedang dendammu kepada kami dan kamu membantu musuh-musuh di dalam menentang kami.” (Jilaau al-Uyun, halaman 391).

    Beliau juga berkata kepada Syiahnya, “Binasalah kamu! Bagaimana mungkin kamu menghunuskan pedang dendammu dari sarung-sarungnya tanpa adanya permusuhan dan perselisihan yang ada di antara kamu dengan kami? Mengapa kamu akan membunuh Ahlul Bait tanpa adanya sebab?” (Jilaau al-Uyun, halaman 391).

    Ali Zainal Abidin putra Husain radhiyallahu anhu yang turut serta di dalam rombongan ke Kufah dan terus hidup selepas terjadinya peristiwa itu, juga berkata kepada orang-orang Kufah lelaki dan perempuan yang meratap dengan mengoyak-ngoyak baju mereka sambil menangis, dalam keadaan sakit beliau dengan suara yang lemah berkata kepada mereka,

    “Mereka ini menangisi kami. Bukankah tidak ada orang lain yang membunuh kami selain mereka?” (Al-Ihtijajkarya At Thabarsi, halaman 156).

    Pada halaman berikutnya Thabarsi, seorang ulama Syiah terkenal menukilkan kata-kata Imam Ali Zainal Abidin kepada orang-orang Kufah. Kata beliau, “Wahai manusia (orang-orang Kufah)! Dengan nama Allah aku bersumpah untuk bertanya kepada kamu, ceritakanlah! Tidakkah kamu sadar bahwa kamu mengirimkan surat kepada ayahku (mengundangnya datang), kemudian kamu menipunya? Bukankah kamu telah memberikan perjanjian taat setia kamu kepadanya? Kemudian kamu membunuhnya, membiarkannya dihina. Celakalah kamu karena amalan buruk yang telah kamu dahulukan untuk dirimu.”

    LAKNAT DAN KUTUKAN AHLUL BAIT ATAS SYIAH-NYA

    Husain radhiyallahu anhu mendoakan keburukan untuk golongan Syiah yang sedang berhadapan untuk bertempur dengan beliau, “Ya Allah! Tahanlah keberkatan bumi dari mereka dan cerai-beraikanlah mereka. Jadikanlah hati-hati pemerintah terus membenci mereka karena mereka menjemput kami dengan maksud membela kami tetapi sekarang mereka menghunuskan pedang dendam terhadap kami.” (Jilaau Al Uyun, halaman 391).

    Ternyata, nasib Syiah yang sentiasa diuber-uber di beberapa daerah dan negara-negara Islam di sepanjang sejarah membuktikan terkabulnya kutukan dan laknat Sayyidina Husain di medan Karbala atas Syiah.

    Beliau juga berdoa, “Binasalah kamu! Tuhan akan membalas bagi pihakku di dunia dan di akhirat… Kamu akan menghukum diri kamu sendiri dengan memukul pedang-pedang di atas tubuhmu dan mukamu akan menumpahkan darah kamu sendiri. Kamu tidak akan mendapat keberuntungan di dunia dan kamu tidak akan sampai kepada hajatmu. Apabila kamu mati, kelak sudah tersedia adzab Tuhan untukmu di akhirat. Kamu akan menerima azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir yang paling dahsyat kekufurannya.” (Mullah Baqir Majlisi – Jilaau Al Uyun, halaman 409).

    Peringatan hari Asyura pada tanggal 10 Muharram oleh orang-orang Syiah, di mana mereka menyiksa badan dengan memukuli tubuh mereka dengan rantai, pisau, dan pedang sebagai bentuk berkabung yang dilakukan oleh golongan Syiah, sehingga mengalir darah dari tubuh mereka sendiri juga merupakan bukti diterimanya doa Husain radhiyallahu anhu. Upacara ini dengan jelas dapat dilihat hingga sekarang di dalam masyarakat Syiah.

    Zainab, saudara perempuan Husain radhiyallahu anhu yang terus hidup selepas peristiwa itu juga mendoakan keburukan untuk golongan Syiah Kufah. Katanya, “Wahai orang-orang Kufah yang khianat, penipu! Kenapa kamu menangisi kami sedangkan air mata kami belum kering karena kezalimanmu itu. Keluhan kami belum terputus oleh kekejamanmu. Keadaan kamu tidak ubah seperti perempuan yang memintal benang kemudian diuraikannya kembali. Kamu juga telah mengurai ikatan iman dan telah berbalik kepada kekufuran… Adakah kamu meratapi kami, padahal kamu sendirilah yang membunuh kami? Sekarang kamu pula menangisi kami. Demi Allah! Kamu akan banyak menangis dan sedikit tertawa. Kamu telah membeli keaiban dan kehinaan untuk kamu. Tumpukan kehinaan ini sama sekali tidak akan hilang walau dibasuh dengan air apapun.” (Jilaau Al Uyun, halaman 424).

    Kutukan dan laknat ini pun dapat kita saksikan saat ini. Syiah yang terus memperingati tragedi Karbala setiap 10 Muharram (Asyura) menjadikan hari tersebut sebagai hari berkabung. Mereka membacakan kisah terbunuhnya Husain, syair-syair sedih tentang kematian Husain, lalu mereka menangis, meratap pilu, dan seterusnya.

    Adapun di kalangan Ahlus Sunnah (Sunni) yang dituduh Syiah membenci Ahlul Bait, tidak pernah terjadi upacara yang seperti ini yang menunjukkan bahwa laknat dan kutukan Husain beserta ahlul baitnya tidak menyentuh mereka. Sebaliknya, justru Syiah yang mengaku-ngaku sebagai pecinta Ahlul Baitlah yang terkena kutukan-kutukan ini. Maka dengan itu jelaslah bahwa Syiahlah golongan yang bertanggungjawab membunuh Husain radhiyallahu anhu.

  17. 17
    nshah Malaysia Mozilla Firefox Windows says:

    Baru kini aku benar2 amat memahami bertapa azabnya dan hebatnya penetangan terhadap Rasulullah saw dalam menyebarkan agama AllahTaala (Islam). Rupanya masih ramai lagi yg tidak mahu membaca dan mendalami Ilmu dgn ‘akal yg dikurniakan AllahTaala.. mungkin kerna kata2..Forget about the past(sejarah/histories of the past)dan tidak mahu membaca sejarah Nabi/Rasul mereka sendiri demi agama yg mereka sendiri anuti..sedangkan didlm AlQuraanul Kariim..AllahTaala sentiasa mengingatkan manusia tentang sejarah2..yakni, segala bala2 yang telah diturunkan(dibinasakannya)terhadap kaum2 terdahulu sebagai pengajaran dan iktibar..! Mungkin benar.. Islam yg byk dianuti sekarang ini hanyalah Islam nya KTP..!Yakni hanya Islam ikut-ikutan tanpa mau mencari atau meneliti akan kebenarannya..! Sedangkan kaum yg bukan muslim dibahgian barat dunia menggila2 mencari akan kebenaran keberadaan tuhan Maha Pencipta kerana mereka sedar dan mahu menggunakkan ‘akal.. Malahan mereka sering bertukar2 agama sehingga mereka mendapati agama yg benar diterima ‘akal mereka..yakni, logik melalui penerimaan ‘akal mereka.. Dan ramai yg telah mendapat petunjukNya drp AllahTaala diatas janji2nya bagi yg mahu mencari kebenaran… Namun amat sedih dan merugikan bagi mereka2 yg telahpun mempunyai asas2 agama islam yg suci dan benar ini masih lagi berada ditampok yg lapuk.. yg sama tidak mahu langsung mempercayai kemampuan akal mereka sendiri.. yakni, pemberian yg paling sempurna drp Maha Pencipta.. dimana jika tanpanya(‘Akal)kita sendiri tidak mampu mengenali Maha Pencipta kita sendiri atau Agama maupun Tamaddun atau mecari uang bagi diri dan keluarga.. malah masih ramai yg masih lagi tidak mengetahui bahawa nanti di Padang Mahsyar kelak.. AllahTaala akan menghisab kita melalui akal kita dan bukannya melalui iman kita terlebih dahulu.. kerana tanpa ‘akal juga kita tidak akan mampu mengenali atau mendapatkan arti sebenar Keimanan itu sendiri dan juga tuntutan2 AllahTaala terhadap kita.. malah, disebabkan ‘akal jugalah…maka kanak2 dan orang gila tidak akan di hisabNya nanti…Kerana Mereka Tidak Mempunyai “AKAL” dan tidak mampu berfikir seperti yg mempunyai dan mampu menggunakannya.

    Bagi saya, tidak ada sesiapa pun yg boleh merubah ‘akidah saya semasa dlm pencarian.., melainkan diri saya sendiri malah saya tidak akan membenarkan sesiapa juga mempengaruhi saya setelah saya mendapat kebenarannya.. Selain drp itu..Ianya adalah diantara saya dgn Rabb saya.

    Sekiranya kita menelaah AlQuraanul Kariim..kita akan mendapati Dalil2 yg sering diulang2kanNya..contoh:

    “apakah kamu tidak berfikir”

    “dimanakah akal yg Kami kurniakan utk kamu”

    “Hanya sedikit drp hamba2 Kami yg mahu berfikir” dan banyak lagi yg sepertinya bagi yg benar2 mahu berfikir..!

    Semuga AllahTaala menunjuki kita semua akan kebenaranNya Rasulullah saw dan menyatukan Umat Muhammad saw dlm menangani tangan2 kotor yg telah merubah2 perbuatan2 serta sunnah2 Baginda ‘alaihiisalaam setelah wafat nya Baginda ‘alaihissalaam.

    Saya berSelawat keatas Rasulullah saw dan juga keatas seluruh keturunannya ‘alaihissalaam dgn selawat yg penuh seperti yg dimahukan Rasul ku dan tidak dgn terputus2 ataupun dlm bahasa kamu puntong/pontong.. dimana jika tanpanya, solat yg dilakukan juga akan menjadi tidak sah..!

    Sila buka/cari sendiri kitab2 drp Shaikh Shafie r.a dan yg lainnya sebelum kamu menafikannya..!

    Dan sesiapa yang tidak mengindahkan pengajaran (Al-Quran yang diturunkan oleh Allah) Yang maha Pemurah, Kami akan adakan baginya Syaitan (yang menghasut dan menyesatkannya), lalu menjadilah Syaitan itu temannya yang tidak renggang daripadanya.
    Dan sesungguhnya Syaitan-syaitan itu tetap menghalangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahawa mereka orang-orang yang mendapat hidayah petunjuk.
    Sehingga apabila ia (yang terjerumus dalam kesesatan itu) datang kepada Kami (pada hari kiamat), berkatalah ia (kepada Syaitannya): “Alangkah baiknya (kalau di dunia dahulu ada sekatan yang memisahkan) antaraku denganmu sejauh timur dengan barat! Kerana (engkau) adalah sejahat-jahat teman”.
    (Lalu dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini, setelah nyata bahawa kamu telah menganiaya diri sendiri, (maka apa yang kamu cita-citakan itu) tidak sekali-kali akan memberi faedah kepada kamu, kerana sesungguhnya kamu dan teman-teman kamu itu tetap menderita bersama-sama di dalam azab”. (Surat az-Zukhruf, 36-39)

    Dan kalau Kami bukakan kepada mereka mana-mana pintu langit, kemudian mereka dapat naik melalui pintu itu (pada siang hari yang membolehkan mereka menyaksikan segala kenyataan yang ada):Tentulah mereka akan (mengingkari kenyataan yang benar itu dengan) berkata: “Hanya mata kami telah disilapkan penglihatannya bahkan kami adalah kaum yang telah disihirkan (oleh Muhammad)”.
    (Al Hijr 14-15)

    Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai.
    (Al Araf 179)

    Pada masa muka mereka dibalik-balikkan dalam neraka, mereka berkata (dengan sesalnya): “Alangkah baiknya kalau kami dahulu (semasa di dunia) taat kepada Allah serta taat kepada Rasul Allah. Dan mereka berkata lagi: “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mematuhi kehendak ketua-ketua dan orang-orang besar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar. “Wahai Tuhan kami, berilah mereka azab sengsara dua kali ganda, dan laknatkanlah mereka dengan laknat yang sebesar-besarnya!(Al Ahzab 66-68)

    Dan Kami jadikan mereka ketua-ketua (dalam kesesatan) yang mengajak ke neraka (dengan kekufurannya), dan pada hari kiamat pula mereka tidak mendapat sebarang pertolongan.. Dan Kami iringi mereka dengan laknat di dunia ini, dan pada hari kiamat pula adalah mereka dari orang-orang yang tersingkir (dari rahmat Kami) dengan sehina-hinanya.(Surat al-Qasas, 41-42)

    Yang terakhir drp saya adalah pertanyaan.. Siapakah mereka2 ini yg sgt berani merubah2 Sunnah2 Rasulullah saw.. ada yg lebih mengagungkan mereka2 ini (the so called Sahabah)melebihi Baginda Rasulullah saw sendiri.. seolah2 memang kitab AlQuraan ini diturunkan utk berkongsi dgn mereka..sedangkan firman/dalil AllahTaala mengatakan…

    Maksudnya: “dan tidaklah patut bagi seorang mukmin dan tidak pula bagi seorang mukminah jika ALLAH dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu keputusan lalu mereka mempunyai pilihan (selain dari hukum ALLAH dan Rasul) dalam urusan mereka, barangsiapa yang menderhaka kepada ALLAH dan Rasul-Nya maka dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata”.Surah al-Ahzab ayat ke-36

    “Dan tidaklah dia (Rasulullah s.a.w) berkata-kata berdasarkan hawa nafsu tetapi ia adalah Wahyu yang diwahyukan kepadanya”. [Al-Najm: 3-4].

    “Ketika mana mereka yang diikut berlepas diri daripada mereka yang mengikut dan mereka telah melihat azab dan terputuslah antara mereka kasih sayang”. [al-Baqarah: 166]

    Mendahulukan Akal atas Wahyu.

    Akal adalah makhluk yang ALLAH ciptakan dan setiap makhluk itu sifat zatnya adalah “faqir” memerlukan bimbingan, hidayah, dan taufiq daripada ALLAH s.w.t sedangkan hidayah dan taufiq ALLAH itu diketahui melalui Kalam-Nya iaitu al-Qur’an dan apa yang Dia wahyukan kepada Rasulullah s.a.w melalui Al-Sunnah.

    Maka perbuatan mendahulukan akal dan mengikut apa yang disangka akal sebagai baik tanpa menjadikan al-Quran dan al-Sunnah sebagai kayu ukurnya adalah jelas termasuk dalam amalan mereka yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ILAH yang ALLAH cela dalam Surah al-Furqan ayat ke-43.

    Perbuatan mendahulukan pandangan akal atas Wahyu adalah perbuatan Iblis –laknat ALLAH ke atasnya tidak henti-henti- apabila dia berkata:

    قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

    Maksudnya: “Berkata Iblis: Aku lebih baik daripadanya (Adam) Engkau ciptakan aku daripada api sedangkan dia Engkau ciptakan daripada tanah”. [Sod: 76]

    Sedangkan ini hanyalah sangkaan yang salah dan Qiyas yang Fasad, ALLAH mencipta apa yang Dia kehendaki dan Dia memilih apa yang Dia kehendaki maka Dia afdalkan Adam yang dicipta dari Tanah daripada Iblis yang dicipta daripada Api.

    Na’uzubillah Min Zaliik

    Salaam

  18. 18
    nshah Malaysia Mozilla Firefox Windows says:

    Kita tidak perlu menjadi seorg Muhaddis utk memahami ayat2 yg terang lagi menyuluh seperti ini dlm AlQuraanul Kariim. (Ayat2 Muhkam)

    “Dialah yang menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Suci Al-Quran. Sebahagian besar dari Al-Quran itu ialah ayat-ayat “Muhkamat” (yang tetap, tegas dan nyata maknanya serta jelas maksudnya); ayat-ayat Muhkamat itu ialah ibu (atau pokok) isi Al-Quran dan yang lain lagi ialah ayat-ayat “Mutasyabihat” (yang samar-samar, tidak terang maksudnya). Oleh sebab itu (timbullah faham yang berlainan menurut kandungan hati masing-masing) adapun orang-orang yang ada dalam hatinya kecenderungan ke arah kesesatan, maka mereka selalu menurut apa yang samar-samar dari Al-Quran untuk mencari fitnah dan mencari-cari Takwilnya (memutarkan maksudnya menurut yang disukainya). Padahal tidak ada yang mengetahui Takwilnya (tafsir maksudnya yang sebenar) melainkan Allah dan orang-orang yang tetap teguh serta mendalam pengetahuannya dalam ilmu-ilmu agama, berkata: Kami beriman kepadanya, semuanya itu datangnya dari sisi Tuhan kami dan tiadalah yang mengambil pelajaran dan peringatan melainkan orang-orang yang berfikiran.” (al-Imran [3]:7)

    Salaam

  19. 19
    Omar Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    Zaman Nabi, orang Syi’ah suka mencuri sandal.

Leave a Reply

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.