Rosul bersabda: Siapa yang ingin hidup seperti hidupku dan wafat seperti wafatku serta masuk ke surga yang telah dijanjikan kepadaku oleh Tuhanku yaitu Jannatul Khuld, maka hendaklah ia berwilayah kepada Ali dan keturunan sesudahnya, karena sesungguhnya mereka tidak akan mengeluarkan kamu dari pintu petunjuk dan tidak akan memasukkan kamu ke pintu kesesatan. (Shahih Bukhari, jilid 5, hal. 65, cet. Darul Fikr)

Mandi Junub

Fiqih | | March 23, 2010 at 21:18

Allah swt berfirman, “Apabila kamu junub, maka bersucilah.” (QS AlMaidah : 5)
Imam Shadiq as berkata, “Mandi junub adalah wajib.” Ia berkata pula, “Barangsiapa dengan sengaja tidak mencuci sehelai rambutnya saja dalam mandi junub maka ia akan berada di neraka.”
Imam ditanya, “Kapan seorang laki-laki dan perempuan wajib mandi?” Beliau menjawab, “Jika (zakar) telah masuk maka wajib mandi, membayar mahar dan rajam.” Dari cucunya, Imam Ridha as, “Apabila dua kemaluan telah bertemu maka wajib mandi.”
Imam as ditanya tentang orang yang melakukan hubungan seksual dengan paha : apakah wajib mandi? Imam berkata, “Ya, jika ia mengeluarkan mani.”
Imam as ditanya tentang wanita yang melihat apa yang dilihat laki-laki. Ia berkata, “Jika ia mengeluarkan mani, wajib atasnya mandi; jika tidak, tidak wajib mandi.”
Fukaha : Junub adalah penyebab wajibnya mandi, terjadi karena dua hal : memasukkan kepala kemaluan laki-laki ke dalam vagina; dan mengeluarkan mani dengan cara apapun, baik memancar maupun tidak, dengan syahwat ataupun tanpa syahwat, dalam tidur maupun di waktu jaga. Dalam hal ini, ada hal yang perlu diperhatikan :
Barangsiapa mimpi bersetubuh namun ketika bangun tidak mendapati bekas mani, maka ia tidak wajib mandi. Imam Ja’far as pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang bermimpi dan merasakan nikmat dalam mimpinya, tapi ketika bangun ia tidak melihat air mani di pakaiannya atau di tubuhnya. Imam as berkata, “Ia tidak wajib mandi, sesungguhnya Ali as berkata, “Sesungguhnya mandi itu disebabkan oleh keluarnya air besar. Jika ia bermimpi, tapi tidak melihat air besar itu, maka ia tidak wajib mandi.””

Sebab-sebab Mandi Junub
1. Keluarnya mani dan cairan yang dihukumi mani, seperti cairan yang meragukan sebelum istibra’. Ciri-ciri mani adalah cairannya keluar memuncrat dengan syahwat dan setelah itu badan menjadi lemas, kecuali bagi orang yang sakit dan wanita cukup dengan adanya syahwat atau orgasme.
2. Jima’ (bersebadan), sekalipun tidak ejakulasi. Jima’ terjadi dengan masuknya bagian atas zakar (hasyafah) ke dalam vagina atau anus.

Hukum-hukum Junub
Perkara-perkara yang kesahannya tergantung pada mandi junub :
1. Shalat dengan semua macamnya kecuali shalat jenazah
2. Thawaf
3. Puasa Ramadhan dan puasa qadha Ramadhan artinya seorang yang dengan sengaja menunda mandi sampai waktu subuh, maka puasanya batal.

Perkara-perkara yang diharamkan bagi orang yang junub :
1. Menyentuh tulisan Alquran, nama Allah, Sifat-sifat dan Asma-Nya, juga nama para nabi dan para imam.
2. Masuk ke dalam Masjid Al-Haram ( di Mekah dan Madinah)
3. Menetap di dalam masjid
4. Meletakkan sesuatu di dalam masjid sekalipun dari luar atau sambil lewat.
5. Membaca surat-surat ‘azhimah yakni surat Al-’Alaq, An-Najm, As-Sajdah, dan Fushilat.

Perkara-perkara yang dimakruhkan bagi yang junub :
1. Makan
2. Minum
3. Membaca lebih dari tujuh ayat selain dari surat-surat ‘azhimah
4. Menyentuh kulit dan kertas Alquran
5. Tidur
6. Memakai daun pacar
7. Berjima’
8. Membawa mushhaf.

Cara-cara Mandi Junub
1. Niat. Dalam niat harus ikhlas
2. Membasuh permukaan kulit.
- Jika ada penghalang sampainya air ke kulit maka wajib dihilangkan dan jika seseorang mempunyai rambut atau bulu yang tebal, maka wajib memasukkan jari-jarinya ke tengah rambut /bulu sehingga air sampai ke kulit.
- Tidak diharuskan membasuh bagian dalam mata, hidung, telinga dan lainnya.
3. Tertib bagi yang mandi tartibi (yakni membasuh seluruh kepala, termasuk leher. Kemudian membasuh/menyiram badan sebelah kanan termasuk leher dan membasuh/menyiram badan sebelah kiri termasuk leher juga.
- Kemaluan dan pusar masuk kepada dua bagian badan (kanan dan kiri)
- Setelah tertib dilakukan sebaiknya membasuh/menyiram seluruh tubuh sekaligus.

Syarat-syarat Mandi Junub
1. Air yang mutlak (suci dan menyucikan)
2. Air yang mubah (bukan air milik orang lain atau tanpa seizin pemiliknya)
3. Mandi sendiri (tidak dimandikan orang lain) kecuali bagi yang tidak mampu.
4. Tidak ada yang menghalangi penggunaan air, seperti sakit.
5. Tempat air yang suci.
- Setelah mandi wajib tidak diwajibkan wudhu untuk shalat
- Jika di tengah mandi wajib, keluar angin, sah mandinya, tetapi wajib wudhu untuk shalat.
- Jika seorang yang junub shalat lalu ragu-ragu apakah sebelum shalat, mandi atau tidak, maka shalatnya dianggap sah. Tetapi untuk shalat berikutnya harus mandi lagi.
- Jika banyak penyebab mandi baik mandi wajib ataupun sunnah, maka cukup mandi sekali saja untuk seluruhnya.

Tujuan Mandi

Pertama, untuk sahnya perbuatan seperti shalat dan bagian-bagiannya yang tertinggal karena lupa (kecuali shalat jenazah), thawaf, dan puasa di bulan Ramadhan dan puasa Qadha.
Kedua, untuk diperbolehkannya atau tidak diharamkannya melakukan sebuah perbuatan seperti menyentuh nama (isim) Allah dan sifat-sifat-Nya yang tertentu, menyentuh nama para Nabi as. dan para Imam as., masuk ke dalam Mesjid Haram (di Mekah dan Madinah), menetap di mesjid-mesjid, meletakkan sesuatu di dalam mesjid, dan membaca surat-surat ‘Azhimah (yaitu surat yang mengandung ayat sajdah seperti surat An-Najm, Fushshilat, As-Sajdah dan Al-’Alaq).

Catatan-catatan :
1. Jika ragu-ragu tentang bagian dari anggota-anggota mandi setelah melakukannya, seperti jika seseorang ragu-ragu tentang kesahan badan sebelah kanan setelah ia membasuhnya, maka anggaplah sah.
2. Jika seseorang berhadas kecil (seperti kentut, kencing, buang air) di tengah-tengah mandi, maka teruskanlah mandinya dan setelah mandi hendaknya wudhu.
3. Jika seorang yang sedang junub melaksanakan shalat, kemudian ragu-ragu apakah dia sudah mandi atau belum, maka anggaplah shalatnya sah dan hendaknya mandi untuk melakukan shalat-shalat berikutnya. Tetapi jika keraguan itu muncul di tengah-tengah shalat, maka shalatnya batal dan wajib baginya mengulangi shalat setelah mandi.
4. Segala jenis mandi tidak bisa menggantikan wudhu kecuali mandi junub.
5. Seorang yang pada badannya terdapat jabirah (luka yang dibalut / diperban) kemudian dia berhadas besar (seperti junub), maka hendaknya dia mengusapkan air ke atas jabirah itu dan membasuh anggota badan yang sehat dan hendaknya mandi secara tartibi, bukan irtimasy.

Tags: , ,
Perhatian
Komentar adalah tanggung jawab penulis komentar, sehingga dimohon agar isi komentar yang objektif dan berakal. Komentar atau link website yang penuh diiringi dengan KEBENCIAN dan EMOSI belaka hukumnya haram pada website ini. Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini.

Terimakasih.

11 Comments

  1. 1
    jilbab United States Mozilla Firefox Windows says:

    wow, hebat, aku bertanya-tanya bagaimana menyelesaikan masalah saya. dan kemudian menemukan situs Anda dengan google, saya belajar banyak, dan sekarang sudah agak jelas. Saya sudah bookmark situs Anda dan juga menambahkan rss. stay updated ya!!

  2. 2
    Hamba Dosa Indonesia Google Chrome Windows says:

    Assalamuallaikum..! Sy mandi wajib dgn cara : Berniat,membasuh badan sebelah kanan 3x, lalu membasuh badan sbelah kiri 3x smbil membersihkan zakar,setelah itu membasuh kepala 3x hingga rambut benar2 basah,kemudian menyiram seluruh badan,dan melanjutkan mandi normal..

    Yang sy mau tanyakan : Apakah cara mandi junub sy sdh benar apa belum..? Terima kasih Ukt pengetahuannya.. Wssllm

  3. 3
    yakob Indonesia Google Chrome Windows says:

    Assalamualaikum….
    saya mau tanya..istri saya sering ragu sesudah kami bercumbu ( tidak bersetubuh…hanya rangsangan2 kecil ), saya mengeluarkan madzi dan istri saya juga mengatakan juga keluar lendir tapi bukan orgasme. Pertanyaan saya :
    1. Apakah istilah bagi cairan perempuan yang keluar pada aktifitas sex tersebut ?
    2. Apakah istri saya wajib mandi besar…?
    atas jawabannya saya ucapkan terimakasih

  4. 4
    nurmadinah Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    Salam, bihaqqi Muhammad wa aali Muhammad.

    Jilbab@ Terima kasih , Insya Allah

    Hamba dosa@ seharusnya tertib (arti tertib adalah berurutan) dimulai dari kepala dahulu, kemudian baru badan sebelah kanan 3x, badan sbelah kiri 3x.
    Ini lengkapnya kutipan diatas:

    Cara-cara Mandi Junub
    1. Niat. Dalam niat harus ikhlas
    2. Membasuh permukaan kulit.
    - Jika ada penghalang sampainya air ke kulit maka wajib dihilangkan dan jika seseorang mempunyai rambut atau bulu yang tebal, maka wajib memasukkan jari-jarinya ke tengah rambut /bulu sehingga air sampai ke kulit.
    - Tidak diharuskan membasuh bagian dalam mata, hidung, telinga dan lainnya.
    3. Tertib bagi yang mandi tartibi (yakni membasuh seluruh kepala, termasuk leher. Kemudian membasuh/menyiram badan sebelah kanan termasuk leher dan membasuh/menyiram badan sebelah kiri termasuk leher juga.
    - Kemaluan dan pusar masuk kepada dua bagian badan (kanan dan kiri)
    - Setelah tertib dilakukan sebaiknya membasuh/menyiram seluruh tubuh sekaligus.

    Yakob @ Jika istri anda sudah merasakan orgasme maka wajib Mandi Junub

  5. 5
    Padly Indonesia Google Chrome Linux says:

    Salam!

    Cara ke-2 itu maksudnya bagaimana ya? Apakah dengan menyiram air ke seluruh tubuh? Mohon penjelasan detailnya. Sebelumnya aku ucapkan terimakasih.

  6. 6
    nurmadinah Indonesia Mozilla Firefox Linux says:

    Salam, bihaqqi Muhammad wa aali Muhammad.
    @Padly, iya menyiram air ke seluruh tubuh, jika dengan gayung, dapat dilakukan dengan menyiram dari atas (kepala) hingga bawah (kaki) sambil menggosok bagian2 yg tdk terkena air, agar terkena air siraman nya.

  7. 7

    Asalamualikum
    saya mau tany tentang ini:

    “Jika di tengah mandi wajib, keluar angin, sah mandinya, tetapi wajib wudhu untuk shalat.
    – Jika seorang yang junub shalat lalu ragu-ragu apakah sebelum shalat, mandi atau tidak, maka shalatnya dianggap sah. Tetapi untuk shalat berikutnya harus mandi lagi”

    saya masih kurang paham tentang maksudnya itu, tolong di jawb ya.
    wasalam.

  8. 8
    nurmadinah Indonesia Mozilla Firefox Ubuntu Linux says:

    Salam, bihaqqi Muhammad wa aali Muhammad.

    @Ipan, maksudnya adalah:
    1. Jika diwaktu mandi besar keluar angin, maka sah mandi nya, tetapi setelah selesai mandi, wajib wudhu untuk Shalat (karena Syarat sah Sholat adalah punya Wudhu).
    2. Jika sesorang sudah melaksanakan SHALAT tapi ragu apakah sudah mandi besar atau belum, maka Shalat nya dianggap SAH, akan tetapi untuk Shalat berikutnya, diwajibkan mandi besar lagi.

    Mudah2an mengerti maksud yg disampaikan, mohon maaf atas kata2 bahasa yg kurang pas, terimakasih atas komentar nya.

  9. 9
    ztha Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    Assalamualaikum pak, saya mau tanya .
    apakah ada yang lebih detail lagi tentang cara mandi junub ini ?
    saya butuh pencerahan bapak, terimakasih ..
    Wassalam ..

  10. 10
    yahya Indonesia Google Chrome Windows says:

    Do’a mandi junub :
    Nawaetu gusla min jinabati rof’al hadasil akbari wa min yaumil hadasil akbar fardholillahita’ala. Cara mandi diguyur dulu dari kepala ke seluruh badan, lalu membersihkan lubang hidung, teling, dubur, kemaluan, jari kaki dan kukunya,lalu di guyur lagi, intinya sih seluruh badan di bersihkan, dan yg paling pokok janganlah setiap kita mau mandi junub ataupun mandi biasa dalam keadaan telanjang, kencingpun harus jongkok

  11. 11
    Reynaldi Indonesia Opera  Opera Mobi/ADR-1305251841) Presto/2.11.355 Version/12.10 says:

    Assalamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

    apa hukumnya jika mandi besar .
    hanya membaca niat membasuh seluruh tubuh dan hanya membersihkan alat kelamin dan bagian sekitarnya .
    apakah itu sah ?

    Wassalamu’alaikum warhamatullaahi wabarakatuh

Leave a Reply

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.