Rosul bersabda: Siapa yang ingin hidup seperti hidupku dan wafat seperti wafatku serta masuk ke surga yang telah dijanjikan kepadaku oleh Tuhanku yaitu Jannatul Khuld, maka hendaklah ia berwilayah kepada Ali dan keturunan sesudahnya, karena sesungguhnya mereka tidak akan mengeluarkan kamu dari pintu petunjuk dan tidak akan memasukkan kamu ke pintu kesesatan. (Shahih Bukhari, jilid 5, hal. 65, cet. Darul Fikr)

Al-Quran Yang dibukukan oleh Imam ‘Ali as

Sejarah | | January 5, 2010 at 11:11

Para Ulama Sunni dan Syiah sepakat bahwa Imam ‘Ali adalah orang yang pertama kali membukukan Al-Qur’an berdasarkan turunnya wahyu untuk yang pertama kalinya. Banyak hadits sunni dan syiah yang menerangkan bahwa sepeninggal Nabi Muhammad Saaw, Imam ‘Ali bersumpah bahwa ia tidak akan keluar dari rumahnya sampai ia menyelesaikan pembukuan tersebut.

Referensi Sunni :
- Fat’hul Bari fi Sharh Sahih al-Bukhari, oleh Ibn Hajar al-Asqalani, vol 10, hal 386
- al-fihrist, oleh (Ibn) an-Nadim, hal 30
- al-Itqan, oleh al-Suyuti, vol 1, hal 165
- al-Masahif, oleh Ibn Abi Dawud, hal 10
- Hilyatul awliya’, oleh Abu Nu’aym, vol 1, hal 67
- al-Sahibi, oleh Ibn Faris, hal 79
- ‘Umdatul Qari, oleh al-Ayni, vol 20, hal 16
- Kanzul Ummal, oleh al-Muttaqi al-Hindi, vol 15, hal 112-113
- al-Sawa’iq al-Muhriqah, oleh Ibn Hajar al-Haythami, Bab. 9, bagian 4, hal 197
- Ma’rifat al-Qurra’ al-kibar, oleh al-Dhahabi, vol 1, hal 31

Dalam hadits syiah juga diterangkan bahwa Nabi Muhammad lah yang memerintahkan Imam ‘Ali untuk melakukan pembukuan tersebut. (Al-Bihar vol 92 hal 40-41, 48, 51-52)

Adapun keunikan dari Al-Qur’an yang disusun Imam ‘Ali adalah :

A. Dikumpulkan berdasarkan turunnya wahyu, hal inilah yang membuat Muhammad ibn Siren (seorang tabi’i, ulama terkemuka) merasa menyayangkan bahwa Al-Qur’an tsb kini tidak berada di tangan umat muslim “Jika transkip Al-Qur’an itu berada di tangan kita, tentunya banyak pengetahuan yang dapat kita petik”.

Referensi Sunni :
- at-Tabaqat, oleh Ibn Sa’d, vol 2, bag 2, hal 101
- Ansab al-ashraf, oleh al-Baladhuri, vol 1, hal 587
- al-Istiab, oleh Ibn Abd al-Barr, vol 3, hal 973-974
- Sharh Ibn Abi al-Hadid, vol 6, hal 40-41
- al-Tas’hil, oleh Ibn Juzzi al-Kalbi, vol 1, hal 4
- al-Itqan, oleh al-Suyuti, vol 1, hal 166
- al-Sawa’iq al-Muhriqah, oleh Ibn Hajar al-Haythami, Bab. 9, bagian 4, hal 197
- Ma’rifat al-Qurra’ al-kibar, oleh al-Dhahabi, vol 1, hal 32

Berdasarkan transkip tersebut mayoritas ulama sunni menyatakan bahwa surat yang pertama kali turun adalah surat al-iqra/al-alaq (QS 96).

Referensi Sunni:
- al-Burhan, oleh al-Zarkashi, vol 1, hal 259
- al-Itqan, oleh al-Suyuti, vol 1, hal 202
- Fathul Bari, oleh Ibn Hajar al-Asqalani, vol 10, hal 417
- Irshad al-sari, oleh al-Qastalani, vol 7, hal 454

Sedangkan pada kenyataannya surat Al-Alaq justru bukan terletak dibagian awal Al-Quran, tapi justru hampir di akhirnya. Mayoritas muslim juga sepakat bahwa ayat 5:3 merupakan salah satu dari ayat-ayat yang terakhir kali diturunkan (tapi bukan yang terakhir). Tapi pada kenyataannya tidak terletak pada bagian akhir Al-Qur’an.

Hal ini membuktikan bahwa meskipun Al-Quran yang saat ini kita gunakan benar-benar lengkap, namun susunannya tidak sesuai dgn yang semestinya.

Oleh sebab itulah wajar kiranya jika Imam ‘Ali mengatakan : “Tanyakan lah kepadaku sebelum kalian kehilanganku. Demi Allah, jika kalian bertanya tentang apa pun yang terjadi sampai hari pengadilan, aku akan menjawabnya. Tanyalah aku, Demi Allah, kalian tak akan mengetahui apapun sebelum aku mengatakannya kepadamu. Tanyakan kepadaku tentang kitab Allah,Demi Allah sebab tidak ada satu pun ayat yang tidak aku ketahui, baik ketika diturunkan pada siang atau malam hari, baik di gurun maupun di pegunungan.”

Referensi Sunni :
- al-Riyadh al-Nadhirah, oleh al-Muhib al-Tabari, vol 2, hal 198
- at-Tabaqat, oleh Ibn Sa’d, vol 2, bag 2, hal 101
- al-Isabah, oleh Ibn Hajar al-Asqalani, vol 4, hal 568
- Tahdhib al-Tahdhib, oleh Ibn Hajar al-Asqalani, vol 7, hal 337-338
- Fathul Bari, oleh Ibn Hajar al-Asqalani, vol 8, hal 485
- al-Istiab, oleh Ibn Abd al-Barr, vol 3, hal 1107
- Tarikh al-Khulafa, oleh al-Suyuti, hal 124
- al-Itqan, by al-Suyuti, vol 2, hal 319

B. Dalam transkip Al-quran ini didalamnya terdapat tafsir dan ta’wil yang langsung ditafsirkan serta di ta’wilkan oleh Nabi Muhammad Saaw, tapi bukan pada bagian ayat-ayat Al-Quran nya.

C. Dalam transkip ini juga terdapat nama-nama orang, lokasi, serta peristiwa yang menyebabkan suatu ayat diturunkan atau bisa dikatakan asba al-nuzul-nya.

Referensi Sunni :
- Hilyatul Awliyaa, oleh Abu Nu’aym, vol 1, hal 67-68
- at-Tabaqat, oleh Ibn Sa’d, vol 2, bag 2, hal 101
- Kanzul Ummal, oleh al-Muttaqi al-Hindi, vol 15, hal 113
- al-Sawa’iq al-Muhriqah, oleh Ibn Hajar al-Haythami, Bab. 9, Sub-Bab 4, hal 197

Dari keterangan diatas terutama dari ucapan Muhammad ibn Siren dapat disimpulkan bahwa Mushaf Imam ‘Ali bukan hilang beberapa lembar, tapi semuanya. Tapi itu hanya pendapat saya saja, mungkin ada yang mau tambahin atau koreksi….

p5rn7vb
Tags: , ,
Perhatian
Komentar adalah tanggung jawab penulis komentar, sehingga dimohon agar isi komentar yang objektif dan berakal. Komentar atau link website yang penuh diiringi dengan KEBENCIAN dan EMOSI belaka hukumnya haram pada website ini. Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini.

Terimakasih.

1 Comment

  1. 1
    Raihan Daniel Indonesia Mozilla Firefox Windows says:

    Kita tahu bahwa kodifikasi al-Quran sehingga seperti sekarang ini dilakukan pada era kekhalifaha Ustman ra. Dan setelah Ustman ra. menjadi khalifah, Ali ra. yang menggantikan Ustman ra. Oleh karena itu bila terjadi sesuatu yang salah terhadap al-Quran, sudah pasti Ali ra. tidak akan mendiamkannya, bahkan dengan nyawanya sekalipun beliau akan rela korbankan demi kemurnian al-Quran. Jadi, bagaimana antum bisa menyimpulkan bahwa al-Quran sekarang tidak tersusun sebagaimana mestinya, dan Ali ra. mendiamkannya? Sama halnya antum merendahkan martabat Ali ra. sebagai seorang khalifah yang saleh.

Leave a Reply

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.